“Udah..jangan lama-lama bikinnya gw butuh cepet nih, mau dikirim soalnya, lo perbesar lagi nama dan dapil gw, kekecilan tuh.” Ujar seorang caleg kepada si Hendra seorang desainer grafis yang belum dua tahun berkiprah di dunia desain. Betapa bersemangatnya caleg tersebut dalam memberikan saran atau lebih tepatnya intimidasi. Ya..ini terjadi di sebuah biro desain kecil. Kebetulan Hendra desainer grafis di situ. Dari awal tahun memang tempatnya bekerja ikut kena imbas dari riuhnya atmosfer pemilu termasuk kecipratan nanganin kampanye caleg-caleg suatu partai.
Kembali ke Hendra yang masih merasa tak bebas dengan arahan-arahan si caleg tersebut yang membuatnya tidak bisa mengeksplorasi idenya mungkin. Setelah di oprek sono-sini selesai juga desain aktribut kampanye caleg tersebut. Si caleg duduk di sebelah Hendra dengan kepala sesekali miring-miring memperhatikan bentuk desain kartu namanya. “bagus
Tak lama ponsel si caleg berdering ada kabar dari anak buahnya mengenai masalah di daerah pemilihannya. Si caleg terlihat tetap santai menanggapinya “udah lo kasih apa ke..duit ke..TV ke..yang penting dia contreng gw, lo
Cerita di atas sebenarnya fakta, cuma gw ganti aja namanya
Engga heran kalau caleg banyak yang gila akibat kecilnya perolehan suara mereka, karena yang dikejar hanyalah tampilan image si caleg lewat kartu nama, poster, bendera, dsb yang dibuat-buat seakan-akan bersemangat untuk membangun daerah nya. Foto caleg dipasang besar-besar dengan tagline palsunya untuk membohongi rakyat. Hehehehe.. desainer grafisnya ikut membohongi rakyat juga dong..??
